H EY ...
HALLO ...
LOHA ...
SOBAT ADAYANA ..
kali ini saya akan posting tentang IP Address, ya sekalian saya belajar juga tentang ip .Berhubung juga di sekolah lagi ada tugas tetang pemberian ip pada setiap komputer, ya itung-itung berbagi ilmu sama belajar bareng bareng ..
Dan untungnya saya pas waktu PKL(Praktek
Kerja Lapangan - Bukan Pedagang kaki lima yan hahahahaha...)sedikit belajar
tentang ip address ini, dan saya juga masih ada modul tetang IP address dan
Subneting di kasih sama senior di PKL itu juga.
Okeh langsung ke materi yah ,,
IP
Address & Subnetting
Agar unik setiap computer
yang terkoneksi ke Internet diberi
alamat yang berbeda. Alamat ini supaya seragam seluruh dunia maka pemberian alamat IP address diseluruh dunia diberikan oleh badan internasional Internet Assigned Number Authority (IANA), dimana IANA hanya memberikan IP address Network ID nya saja sedangkan host ID
diatur oleh pemilik IP address
tersebut.
Contoh IP address untuk cisco.com adalah
198.133.219.25 untuk www.ilkom.unsri.ac.id dengan IP nya 202.39.35.3
Alamat yang unik terdiri dari
32 bit yang dibagi dalam 4 oktet (8 bit)
00000000
. 00000000 .
00000000 . 00000000 o 1
o 2 o 3 o 4
Ip address dibagi menjadi 2
bagian yaitu Network ID dan Host ID, Network ID yang akan menetukan alamat dalam jaringan
(network address) sedangkan Host ID menentukan
alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan
antara satu mesin dengan mesin lainnya
Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumahnya
IP address dibagi menjadi
kelas yaitu ;
Kelas yang umum digunakan adalah kelas A sampai dengan kelas C.
Pada setiap kelas angka pertama
dengan angka terakhir tidak dianjurkan
untuk digunakan karena sebagai valid host ids, misalnya kelas A 0 dan 127, kelas B 128 dan 192,
kelas C
191 dan 224. ini biasanya digunakan untuk loopback addresss.
Catatan :
• alamat Network ID dan Hos ID tidak boleh semuanya 0 atau 1 karena jika semuanya angka biner 1 : 255.255.255.255 maka alamat
tersebut disebut floaded broadcast
• alamat network, digunakan dalam routing untuk menunjukkan pengiriman
paket remote network, contohnya
10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0
Dari gambar dibawah ini
perhatikan kelas A menyediakan jumlah network yang
paling sediikit namun menyediakan host id yang paling banyak
dikarenakan hanya oktat pertama yang
digunakan untuk alamat network bandingkan dengan kelas B dan C.
Untuk mempermudah dalam menentukan kelas mana IP yang kita lihat, perhatikan gambar dibawah ini. Pada saat kita menganalisa suatu alamat IP maka
perhatikan octet 8 bit pertamanya.
Pada kelas A : 8 oktet pertama
adalah alamat networknya, sedangkan
sisanya 24 bits merupakan alamat untuk host yang bisa digunakan.
Jadi admin dapat membuat
banyak sekali alamat untuk hostnya, dengan
memperhatikan
2 24 – 2 =
16.777.214 host
N ; jumlah bit terakhir dari kelas A (2) adalah alamat loopback
Pada kelas B : menggunakan 16
bit pertama untuk mengidentifikasikan network sebagai
bagian dari address. Dua octet sisanya
(16 bits) digunakan untuk alamat host
2 16 – 2 = 65.534
Pada kelas C : menggunakan 24
bit pertama untuk network dan 8 bits
sisanya untuk alamat host.
2 8 – 2 = 254
Subnetting
Kita juga harus menguasai
konsep subnetting untuk mendapatkan IP address baru,
dimana dengan cara ini kita
dapat membuat network ID baru dari suatu network yang kita miliki sebelumnya. Subnetting digunakan
untuk memecah satu buah network menjadi beberapa network kecil.
Untuk memperbanyak network ID
dari suatu network id yang sudah ada, dimana
sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan
Ingat rumus untuk mencari
banyak subnet adalah 2 n – 2
N = jumlah bit yang diselubungi
Dan rumus untuk mencari
jumlah
host per subnet adalah 2 m – 2
M = jumlah bit yang belum diselubungi
Contoh
kasus dengan penyelesaian I :
Ip address 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 yang diidentifikasi sebagai kelas B.
Subnet mask : 11111111.11111111.11100000.00000000
3 bit dari octet ke 3 telah
digunakan , tingal 5 bit yang belum diselubungi maka banyak kelompok subnet
yang bisa dipakai adalah kelipatan 2 5 = 32 (256 – 224 = 32)
32 64 96 128 160 192 224
Jadi Kelompok
IP yang bisa digunakan dalah ;
130.200.0.0 - 130.200.31.254
Æ subnet loopback
130.200.32.1 - 130.200.63.254
130.200.64.1 - 130.200.95.254
130.200.96.1 - 130.200.127.254
130.200.128.1 - 130.200.159.254
130.200.160.1 - 130.200.191.254
130.200.192.1 - 130.200.223.254
Contoh
kasus dengan penyelesaian II :
Terdapat network id 130.200.0.0 dengan subnet 255.255.192.0 yang termasuk juga kelas
B, cara lain untuk menyelesaikannya adalah ;
• Dari nilai
octet pertama dan subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address
adalah kelas B yang octet ketiga diselubungi dengan angka 192…
•
Hitung
dengan rumus (4 oktet – angka yang
diselubung) 256 – 192 = 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah
kelipatan 64 dan 128.
Jadi kelompok ip yang dapat dipakai adalah
130.200.64.1 sampai
130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.199.254
Kasus ;
Kita memiliki kelas B dengan network
ID 130.200.0.0 dengan subnet mask
255.255.224.0
Dengan cara yang sama diatas
sebelumnya ;
• Dari nilai
octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas B dengan octet ketiga
terseluibung dengan angka 224
•
Hitung
dengan rumus (256-224) =32
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160
192
|
Kasus :
misalkan kita menggunakan
kelas C dengan network address
192.168.81.0 dengan subnet mask
255.255.255.240, maka
• Dari nilai
octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address
adalah kelas C dengan oktat ketiga
terselubung dengan angka 240
•
Hitung
(256 – 240) = 16
•
Maka kelompok
subnet yang dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32
48 64
80 96 112
128 144 160
176 192 208
224
Maka kelompok IP address yang
dapat digunakan adalah ;
192.168.81.17 sampai
192.168.81.20
192.168.81.33 sampai
192.168.81.46
192.168.81.49 sampai
192.168.81.62
192.168.81.65 sampai
192.168.81.78
192.168.81.81 sampai
192.168.81.94
192.168.81.97 sampai
192.168.81.110
192.168.81.113 sampai
192.168.81.126
192.168.81.129 sampai
192.168.81.142
192.168.81.145 sampai
192.168.81.158
192.168.81.161 sampai
192.168.81.174
192.168.81.177 sampai
192.168.81.190
192.168.81.193 sampai
192.168.81.206
192.168.81.209 sampai
192.168.81.222
192.168.81.225 sampai
192.168.81.238
Kasus :
Sebuah perusahaan yang baru
berkembang mempunyai banyak kantor
cabang dan tiap kantor cabang mempunyai
255 workstation, network address
yang tersedia adalah
164.10.0.0, buatlah subnet
dengan jumlah subnet yang terbanyak
Penyelesaian ; 164.10.0.0 berada pada kelas B, berarti octet 3 dan
4 digunakan untuk host, sedangkan 1 kantor cabang ada 254 host, maka ambil 1 bit lagi dari octet ke 3 agar cukup.
Maka subnetmask yang baru
11111111.11111111.11111110.00000000
255. 255. 254. 0
Subnet yang tersedia adalah 256
– 254 = 2, maka subnetnya kelipatan 2
sampai dengan
254.
Jumlah
subnet (2 7 – 2) = 128 – 2 = 26 subnet
Jumlah host /
subnetnya (2 9 - 2 ) = 512 – 2 = 510 host
164.10.0.0 sampai 164.10.1.0 Æ dibuang
164.10.2 .1 sampai
164.10.3.254
164.10.4.1 sampai
164.10.5.254
164.10.6.1 sampai
164.10.7.254
164.10.8.1 sampai
164.10.9.254
.
.
.
164.10.252.1 sampai
164.10.253.254
Kasus
:
Kita mendapatkan IP dari ISP
yaitu 192.168.20.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.192 ini berarti notasi /26.
Jumlah subnet adalah 192, berarti 11000000, maka 22 – 2 = 2
Berapa banyak host per
subnet, 26 – 2 = 62 host
Hitung subnet yang valid 256 – 192
= 64 subnet, maka terus tambahkan block size sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena ia
adalah sebuah subnet mask. Maka
subnet yang valid adalah 64 dan 128.
|
Subnet
|
64
|
128
|
|
Host pertama
|
65
|
129
|
|
Host terakhir
|
126
|
190
|
|
Alamat Broadcast
|
127
|
191
|
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh:
kolom pertama subnet 64 atau lengkapnya 192.168.20.64 memunyai host pertama 65 atau
192.168.20.65, host terakhir 126 atau 192.168.20.126 dan alamat broadcast di 127 atau
192.168.20.127.
Kasus
Kita mendapatkan IP dari ISP
yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi
/27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per
subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224
= 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka
subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
|
Subnet
|
32
|
64
|
96
|
128
|
160
|
192
|
|
Host pertama
|
33
|
65
|
97
|
129
|
161
|
193
|
|
Host terakhir
|
62
|
94
|
126
|
158
|
190
|
222
|
|
Alamat Broadcast
|
63
|
95
|
127
|
159
|
191
|
223
|
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh:
kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau
192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau
192.168.10.63.
Kasus
kelas C
Kita mendapatkan IP dari ISP
yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi
/27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per
subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224
= 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia
adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
|
Subnet
|
32
|
64
|
96
|
128
|
160
|
192
|
|
Host pertama
|
33
|
65
|
97
|
129
|
161
|
193
|
|
Host terakhir
|
62
|
94
|
126
|
158
|
190
|
222
|
|
Alamat Broadcast
|
63
|
95
|
127
|
159
|
191
|
223
|
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh:
kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau
192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau
192.168.10.63.
Kasus
:
Di sebuah perusahaan manufacturing yang mempunyai banyak bagian
dalam perusahaan tersebut, dimana setiap bagian mempunyai 700 host,
network address yang didapat adalah 171.168.10.0, berarti ini kelas B…perhatikan bagaimana jika kita menggunakan kelas C karena kelas C hanya dapat menampung host sebanyak 254 !!!
Classless Inter-Domain Rouitng (CIDR)
Suatu metode
yang digunakan oleh ISP untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada perusahaan, kerumah seorang pelanggan. ISP menyediakan
ukuran blok (block size) tertentu.
Contoh : kita mendapatkan
blok IP 192.168.32/28. notasi garis miring atau slash notation (/) berarti
berapa bit yang bernilai 1 (contoh
diatas adalah /28 berarti ada 28 bit
yang bernilai 1).
Nilai maksimum setelah garing adala /32. karena satu byte
adalah 8 bit dan terdapat 4 byte dalam sebuah alamat
IP (4 x 8 = 32). Namun subnet mask terbesar tanpa melihar class alamatnya
adalah hanya /30, karena harus menyimpan paling tidak
dua buah bit sebagai bit dan host.
|
Keterangan : pola yang dimaksudkan
adalah pola 128, 192, 224, 240, 248,
252, dan 254
Dimana 128 dalam binary
yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary
yaitu
11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192,
224, 240, 248, 252 dan 254.
Contoh latihan subnetting : alamat class B
Alamat Network 172.16.0.0 dan
subnet mask 255.255.192.0
Subnet 192 = 11000000, 2 2 – 2 = 2
Host 2 14 – 2 = 16.382
(6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di
octet keempat) Subnet yang valid 256
– 192 = 64. 64 + 64 = 128
|
Subnet
|
64.0
|
128.0
|
|
Host pertama
|
64.1
|
128.1
|
|
Host terakhir
|
127.254
|
192.254
|
|
Broadcast
|
127.255
|
199.255
|
Keterangan, maka subnet 64.0
atau 172.16.64.0, mempunyai host pertama 64.1 atau
172.16.64.1 sampai
dengan 171.16.127.254 dan alamat
broadcastnya 172.16.127.255
Contoh latihan subnetting : alamat class A
Alamat Network 10.0.0.0 dan
subnet mask 255.255.0.0
Subnet 255 = 11111111, 2 8 – 2 = 254
Host 2 16 – 2 = 65.534
Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3 dan seterusnya. (semua di octet
kedua). Subnetnya menjadi 10.1.0.0,
10.2.0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai
10.254.0.0
|
Subnet
|
10.1.0.0
|
…
|
10.254.0.0
|
|
Host pertama
|
10.1.0.1
|
…
|
10.254.0.1
|
|
Host terakhir
|
10.1.255.254
|
…
|
10.254.255.254
|
|
Broadcast
|
10.1.255.255
|
…
|
10.254.255.255\
|
sekian posting saya tentang IP Address ini terimakasih atas kunjungannya , semoga bermanfaat...
wasalam .


